Wednesday, September 28, 2016

Antara Anies dan Maryono

Sudah beberapa hari ini timeline saya di Facebook penuh banget sama pemberitaan soal Anies Baswedan yang jadi Calon Gubernur DKI dari partai Gerindra dan PKS. Maklum, teman-teman sekolah maupun teman kuliah saya banyak banget yang hobinya mantau politik. Termasuk juga saya sih, biarpun di negeri jauh, tetap saja ngikutin terus soal politik di Indonesia. Sejak jaman Pak Jokowi dan Pak Basuki didaulat jadi Calon Gubernur DKI di tahun 2011 lalu, rasanya kayak tumbuh secercah harapan untuk Indonesia yang lebih baik dengan bermunculannya pribadi-pribadi baru yang baik. Makanya, nggak salah dong semua orang lumayan kaget saat Anies Baswedan, yang dikenal khalayak sebagai orang "baik", mau-maunya didapuk jadi cagub oleh dua partai yang reputasinya... ya kamu tau sendiri deh. Bukan berarti partai yang di belakang calon lain juga bersih sempurna ya. Tapi dua partai di belakang Mas Anies itu adalah dua partai yang paling getol banget menggencarkan ABA alias Asal Bukan Ahok.

Friday, September 16, 2016

Abby Tamasya Ke Rotorua

Bertemu lagi dengan edisi Abby Tamasya! Kali ini Abby Tamasya ke Rotorua, kota yang terletak sekitar 3 jam dari Auckland. Kali ini perginya "nggak sengaja", karena tiba-tiba papa Abby mendapatkan undangan gala dinner dari sebuah asosiasi di Selandia Baru yang mengundang beberapa orang dari kantornya untuk berpartisipasi. Kita dapat menginap satu malam di Rotorua dan ternyata masing-masing boleh bawa pasangan, yang berarti saya juga bisa ikutan ke Rotorua, plus Abby tentunya karena nggak mungkin ditinggal. Jadi di bulan ulang tahun saya kemarin, saya dapat "bonus" menginap satu malam ceritanya hihihi. Sayangnya, karena saya bawa Abby, saya jadi nggak bisa ikut gala dinnernya karena ada aturan batas usia 18+. Padahal pengisi acaranya seru loh, ada entertainer legendarisnya Selandia Baru, Frankie Stevens. Tapi bisa ikut ke Rotorua aja udah seneng kok, karena besoknya kita bikin acara sendiri.

Friday, September 09, 2016

Mama Nggak Boleh Sakit

Sejak Rabu menjelang malam, kondisi badan saya tiba-tiba drop parah, sesuai dengan drop-nya suhu di Auckland yang katanya agak anomali. Semestinya sekarang sudah masuk ke musim semi, bahkan minggu lalu suhu di siang hari sudah mencapai 18 derajat Celsius yang bisa bikin saya hore-hore karena cukup pakai cardigan, sementara minggu ini, di siang bolong dengan matahari mentereng, suhunya turun ke 7 derajat Celcius gitu! Di South Island kabarnya mendadak turun salju lagi, dan beberapa jalan ada yang ditutup. Di Auckland sini juga ketumpahan gak enaknya karena mendadak ada angin kencang, hujan, hail, diikuti dengan dinginnya udara. Kalau lagi angin kencang, rumah ini bisa sampai bergetar-getar loh.