Friday, June 23, 2017

Abby Tamasya Ke Bay Of Islands - Bagian 2

Sesuai dengan target saya, pokoknya ini postingan soal jalan-jalan harus kelar sebelum saya lahiran, maka mari kita lanjutkan postingan ke Bay Of Islands kali ini! Tumben kan saya ngebut seminggu sekali ngepost, padahal biasa males-malesan cuy! Untuk postingan hari pertama yang isinya penuh dengan makanan itu, silakan klik di sini ya. Nah hari kedua ini kita ngapain aja? Mari disimak bersama.

Senin, 24 April 2017

Setelah kemarin cuacanya mendung-mendung galau gerimis mengundang seharian, hari ini dibuka dengan cuaca cerah ceria banget! Ih seneng dehhhh... Apalagi salah satu agenda kita hari ini adalah untuk Dolphin Cruise. Very excited! Tapi ya, walaupun cuaca cerah, ternyata anginnya lumayan wer wer wer gitu deh. Nah, gossipnya, kalau anginnya kenceng, itu cruise-nya nggak bakalan jalan. Nah jadi jalan nggak sih? Seperti biasa, mending ikutin kita aja lewat foto-foto biar tau akhirnya jadi atau ngga.

Indomieeee... seleraakkkuuuu!! Hari ini kita pokoknya santai banget, bangun nggak terlalu pagi, dan yang penting untuk anak ini adalah, isi perut dulu dengan sepiring Indomie goreng dan 2 potong nugget sisa semalam. Eh kok anaknya dikasih makan Indomie sih, Le? Ya nggak apa-apa! Yang namanya liburan itu, yang penting anak isi perut dengan menu yang cocok supaya dia ada tenaga dan ngga masuk angin. Jadi apapun yang dia suka, kita kasih. Namanya juga liburan, kagak tiap hari. Kalo tiap hari makan Indomie, nah silakan deh saya dibawelin (terima limpahan komentar, huahahahaha).

Habis mandi, berjemur bentar di pinggir kolam, lalu siap-siap deh kita berpetualang hari ini.

Keluar dari hotel, pemandangannya sepi tenang dan damaiii... Nah kalau pada lihat pinggir jalanan, itu ada garis kuning putus-putus, artinya nggak boleh parkir sama sekali. Makanya itu pemandangan bisa dijaga tetap cantik tanpa ada parkiran mobil.

Tapi begitu ketemu tempat yang bisa parkir, jejennnggg... Itu mobil semua isinyaaahhh! Untung kan kita nginapnya within walking distance. Kalau ngga sih, mejret lah cari parkir, buang-buang waktu. 

Ini ada park kecil di seberang wharf. Pas kita datang hari sebelumnya, di tengah taman itu lagi ada bazaar art and craft.

Rumah-rumah peristirahatan, asyik ya banyak jendela dan tinggi-tinggi, jadi langsung bisa lihat ke laut. 

Dua turis lokal lagi menjelajah jalanan di Paihia. Turis lokal soalnya kalau ditanya kita datang dari mana, jawabnya dari Auckland, bukan dari Indonesia hihihi. 

Dan inilah tujuan kita hari itu, brunch di El Cafe. El Cafe ini tempatnya kecil mungil, tapi ramai banget buat orang sarapan dan makan siang. Nah kita datang waktunya passss banget antara sesudah orang sarapan, dan sebelum orang makan siang. Jadi masih dapat kursi kosong deh di dalam. 

Manis banget kan si Abby. Soalnyaaa.... 

Habis itu dibeliin cookie gede banget hihihi. Inilah kenapa tadi Abby kita kasih makan Indomie dulu, soalnya menu makan siang kita hari ini tuh Mexican Food yang nuansanya agak pedas-pedas. Jadi mendingan kenyangin perut anaknya dulu, lalu kasih dessert. 

Ini pesanan suami, Spicy Chorizo and Chicken Quesadilla. Kita lihat sendiri nih gimana mereka siapin makanannya di dapur mereka yang mungil, yang lokasinya pas di sebelah meja kita. Everything was really2 fresh. 

Dan ini pesanan saya, El Cafe Burrito with Pulled Pork. Kalau lihat di gambar, kelihatannya gede atau kecil? Kelihatan kecil ya? 

Dan ternyata gede dong! Enak pulaaaa... Nyam! Nggak salah deh tempat ini walaupun gedenya seutek, orang rela antri kalau jam sibuk. Suami juga pesan latte di sini, dan katanya kopinya enakkk! (Padahal di hotel tadi pagi2 dia udah ngopi). 

Lucu banget itu dekorasinya, pakai karung kopi. 

Ini lagi gaya ngapain sih? Ada yang tau? 

Habis gitu kita jalan deh sepanjang pantai, buat menuju ke main wharf-nya. Keliatan kan, emaknya kalah jauh banget kalau soal bergaya. 

Hiyaaaahhh.... Ini natural pose nih. Sepanjang pantai dia berkali-kali minta difotoin sama bapaknya. Emaknya geleng-geleng aja dah.

Nyelonong sendiri, ngebut, emaknya ngawasin aja dari belakang. 

Again! Kali ini gantian kaki kiri yang diangkat. 

Terus kita nemu ponton ini buat santai sejenak, nah itu gayanya Abby yang atur tuh, emaknya cuma jadi follower. 

Gantian, foto sama bapaknya.

Manatahan gak? Ini sih film India juga lewat. 

Nah, kalau penasaran pingin naik helikopter untuk menyusuri Bay of Islands dari udara, plus ada dana berlebih (a.k.a mulai dari 400 NZD per orang untuk ride selama 35 menit), boleh banget nih coba naik Salt Air ini. Begitu ada order, langsung bisa berangkat. 

Nah, sampai deh kita di Main Wharfnya, langsung menuju ke kantor Fullers Great Sight yaitu perusahaan kapal penyedia jasa Dolphin Cruise yang kita sekeluarga mau pergiin. Di dinding ini ada sejarah berdirinya New Zealand. Percaya atau ngga, pertama kali koloni Eropa itu mendaratnya di Bay of Islands loh! 
Buat yang kepingin nyoba Dolphin Cruise ini, pilihannya ada beberapa, tapi yang terbesar ya si Fullers ini. Ada lagi perusahaan Explore, tapi kapalnya lebih kecil-kecil. Buat saya yang lagi hamil besar ini, rasanya kapal lebih besar merupakan opsi yang lebih baik, supaya goyangannya nggak terlalu dahsyat selama di laut. Nah, sedahsyat apa goyangannya? Kita nantikan setelah ini. Cruise yang kita pilih ini namanya "Dolphin Cruise to The Hole In The Rock". Kalau mau booking, bisa langsung klik di website resmi Fullers. Harga cruise ini per orang 105 NZD/ 1 dewasa, dan 52.5 NZD/ 1 anak (mulai usia 5 tahun). Pas banget ya Abby masih 4 tahun, jadi dia masih gratis alias dihitung infant. Tapi tetap, walaupun infant, harus pakai tiket. Pas beli tiket di websitenya, harus mention kalau bawa anak di bawah usia 5 tahun. Kalau pesan langsung lebih awal di website resmi ini, lumayan bisa dapat diskon 10 persen. Hore!


Ini adalah replika kapal R. Tucker Thompson. Tadinya ya, pas kita book trip ke Bay of Islands ini, kita bookingnya untuk cruise dengan kapal klasik ini loh. Memang lebih mahal, tapi experiencenya lebih unik. Kapan lagi kita bisa pergi naik kapal layar? Apadaya, begitu sudah dibooking dan dibayar, ternyata mereka selesai sailing di minggu sebelumnya. Saya bisa booking karena kesalahan teknis.  Jadi deh kita dapat refund, dan gagal buat naik ini, sehingga kita langsung book Dolphin Cruise. Mesti nunggu sampai anak kedua gede nih baru bisa balik lagi ke sini. Gak recommended buat bawa baby soalnya. 

Look, Mama, I am sitting on a big chair!

Setelah urusan pertiketan selesai, kita akan dikasih boarding pass, dan siap-siap deh kita ke dermaga untuk nunggu kapal kita.

Foto bertiga, difotoin sama opa oma turis.

Foto sama icon-nya, swordfish. Nah, kita benernya ada foto bertiga juga di sini difotoin opa oma tadi, tapi ikannya kepotong dong! Huks! 

Hore, finally kapal kita sampe juga! Nama kapalnya ini Dolphin Seeker. Kita boleh milih duduk di paling atas, tengah, atau di bawah. Kita pilih duduk di lantai tengah, tapi di area terbuka.

Penampakan pas baru mulai nyari tempat duduk, masih seger-seger dong hihihi.

Fullers juga menyediakan jasa ferry dari Paihia ke Russell. Nah, besok kita coba deh naik ferry ini. 

Kapal sudah mulai penuh! Anak ini julur-julurin lidah katanya gaya orang Maori.

Sebelum berangkat, kita dikasih peta Bay Of Islands. Jadi kelihatan deh tuh kira-kira rute kita gimana. Intinya sih pas awal-awal kita akan dibawa ke laut lepas dulu untuk lihat lumba-lumba. Pulangnya baru melewati gugusan pulau-pulau kecil. 
Pas mau berangkat ini, kita sudah dikasih tau, walaupun langit cerah, tetapi cuaca cukup berangin, sehingga kita harus siap dengan goncangan-goncangan yang akan terjadi selama perjalanan. Begitu lihat kapalnya sih, kita lumayan tenang ya, kapalnya cukup besar, kayaknya sih aman. Apa benar begitu?

Pas awal-awal berangkat, kita nyebrang menuju ke Russell dulu untuk ambil penumpang lagi. 

Banyak sekali rumah-rumah peristirahatan (jutaan dolar hihihi) dan kapal-kapal yang sedang belabuh. 

Dan beginilah suasana kapalnya. Ini yang lantai paling bawah. Di sini juga ada bar yang menjual minuman dan snack. Bir pun ada. Jadi kalau mau dobel mabuk (dari minuman dan dari guncangan), boleh dicoba. Hihihi.

Ini kapalnya kalau difoto dari buritan. Pas berangkat itu, orang-orang pada seneng banget main-main keluar ke buritan.

Satu-satunya foto selfie bertiga pakai HP. Angin belum parah, topi masih bertahan di kepala.

Dan ternyata saudara saudari, sepanjang perjalanan itu, anginnya luar biasa kencanggggg! Sehingga kapal kita yang tadinya adem ayem, mulai loncat-loncat nggak karuan serasa naik roller coaster, yang menyebabkan perut terasa diobok-obok (kayak lagunya Joshua). Untung banget si Abby sebelum perjalanan ini sudah minum Antimo anak. Di sini aja dia mulai merapat ke mamanya dan mulai pucat. Mamanya di sini masih muka lempeng walaupun mulai nggak nyaman. 
Yang saya salut, semua petugas dari Fuller, siap bagi-bagi kantong muntah. Mereka nonstop berkeliling, siap nampung kantong bekas muntahan orang. Pokoknya mereka memastikan jangan sampai ada yang mengotori kapal.

And finally, we saw some dolphins! Saya sendiri udah duduk aja megangin Abby karena kapal kita goyang reggae. Bahkan bapaknya setengah mati buat ambil foto karena dolphinnya cuma sedikit dan gerakannya cepat banget. Katanya sih kalau lautnya lagi tenang, itu dolphin bakalan banyakkk banget. Sayang ya, kita cuma dapat kesempatan lihat sekiprit. 

Biarpun begitu, ada 1 dolphin yang merapat ke kapal kita, tepat disaat Abby akhirnya berani jalan sedikit dan melihat ke laut, eh dolphin ini malah loncat atraksi. Abby seneng banget akhirnya bisa lihat dolphin lompat! Kata orang-orang, itu VIP view spesial buat Abby. 

Tuh dr jauh kelihatan nggak ada ekor dolphin habis loncat? Ampun deh itu lautnya goyangannya dahsyat! Goyangan gergaji ala Dewi Persik tentunya lewaatttt!

Tujuan kita selanjutnya adalah ke ujung gugusan pulau-pulau tersebut, menuju ke Hole in The Rock. Kemudian kita melihat di salah satu pulau, bisa ada 1 rumah kecil in the middle of nowhere, dan 1 mercusuar. Siapa ya yang tinggal situ? 
Jujur, saat itu saya beneran sudah ngga tau apa yang terjadi. Yang jelas teman duduk di depan saya bilang ke suami, "Hey, I think your wife is not feeling well." Langsung deh saya buka kantong muntah dan... DHUERRR!! There goes my (delicious) burrito... huks! Ketika kantong itu sudah penuh, dan saya kira penderitaan sudah berakhir, lanjut lagi muntah lagi ke kantong kedua. Kemudian di tengah badai itu, saya jalan ke toilet secara terhuyung-huyung, dan begitu di toilet, DHUERRR... another round of vomit. Beneran sudah nggak terkontrol sama sekali. Saya ini bukan orang yang gampang mabuk perjalanan, tapi hari itu memang parah banget. Saya sampai melihat bin-bin besar penuh dengan kantong muntah dari penumpang sudah pada terisi penuh, dan banyak banget orang-orang yang tadinya duduk di luar, sudah pindah ke dalam karena nggak kuat. Lagi-lagi saya salut dengan petugas dari Fullers, mereka terus ngider untuk bagi-bagiin kantong dan ngumpulin kantong bekas.

Apa itu? Akhirnya setelah 2 jam perjalanan, sampailah kita di Hole In The Rock. Apa sih maksudnya? Lubangnya sebelah mana?

Ternyata, ini loh yang disebut dengan the infamous Hole in The Rock! Katanya kalau saja angin tidak besar, kapal kita tuh benernya bisa masuk ke dalam situ! Sayangnya hari itu lautnya nggak banget deh, bisa karam kita kalau nekad lewatin lubangnya. Jadi ya cuma bisa foto-foto doang. 

Nih sekali lagi foto vertikal. Mirip gajah ya? Udah kayak di Guilin, China.

Pasangan ibu dan anak ini, lemas tak berdaya! Merem aja dah daripada jackpot lagi. Si Abby juga sempat muntah sedikit, tapi untung ngga keluar makanan sama sekali.

Lanjut lagi deh perjalanan kita menuju Urupukapuka Island untuk island stopover. Nah, stopover ini adanya cuma di musim panas menuju musim gugur aja. Jadi tuh ya minggu depannya, pas masuk bulan Mei, durasi cruisenya jadi cuma 3 jam dan bukan 4 jam karena tidak ada island stopover. 

Lumayan nih si suami ada orang yang fotoin dengan pose proper. Sementara istri dan anaknya terkapar tak berdaya.

Akhirnyaaaa.... kelihatan juga itu Urupukapuka Island! Horeee! Soalnya saya udah kepingin banget nyentuh daratan sebentar. 

Karena dermaganya kecil, kita ganti-gantian nih dengan kapal lain. 

Akhirnyaaa.... darataannn! Pantainya ini namanya Otehei Bay.

Perut saya yang udah super kosong itu akhirnya diisi dulu pake... Cheezels! Hahahaha. Kasian banget ya, bawa snacknya cuma dikit. Cheezels, wafer, pokoknya makan aja deh hajar bleh, daripada masuk angin. Oh iya, Cheezels ini snack favorit suami saya. Pas kita tinggal di Jakarta dia sampai nyoba semua snack keju yang mengingatkan dia sama Cheezels tapi ngga nemu. Sementara di sini dia bisa sampe puas makan Cheezels yang sebungkusnya nggak sampai 2 dolar. 

Hore, ada foto bertiga yang lumayan difotoin sama turis lain.

Sementara saya nangkring di meja piknik di bawah itu, suami dan Abby memilih untuk trekking ke atas bukit. Nah untuk lihat jenis-jenis track dan waktu yang dibutuhkan, tinggal lihat saja papan ini. Kita sendiri cuma punya waktu 45 menit total untuk santai di pulau, jadinya ya tentu saya pilih rute yang paling singkat.

Sambil jalan kaki, sambil makan biskuit Teddy Bear.

Dan ternyata, beginilah indahnya pemandangan yang saya lewatkan itu. Saya cuma bisa enjoy lewat foto-foto ini lantaran nggak ikutan manjat ke atas. 

Indah banget!! Sisi kiri bagus.

Sisi kanan juga bagus!

Nah dari sini terlihatlah dermaga tempat kapal kita merapat tadi.

Bergaya dulu dengan latar belakang pemandangan super indah.

Akhirnya ada yang motoin mereka berdua. Kalau ngga udah pasti anaknya doang jadi model pose sana sini. 

Manjat terus sampai ke atas. Ini anak untungnya seger dan kuat banget loh.

Udah mau sampai tuh.

Oke banget ya bisa dapat pemandangan hampir kosong ini. Bagusnya minta ampun. 

Pemandangan ke bay. Ada ibu sama anak toddlernya lagi santai di situ.

Pose lagiiii. 

Puas-puasin lihat ijo-ijonya dan pemandangan lautnya. 

Serius, ini foto paling absurd di antara foto pemandangan indah, kayaknya ini suami saya sengaja motoin bokong orang. Hahahaha. Mana ada bayangan dia pula di situ.

Ada foto bagus lagi difotoin orang. Sayang bener sih saya ngga ikut naik. Tapi kondisi saat itu rasanya nggak memungkinkan banget. Udah bawa perut besar, eh habis muntah-muntah. 

Nah kalau ini pemandangan saya dari kursi piknik hihihi. Banyak orang duduk-duduk santai sambil lalu lalang. Enjoyable banget loh duduk-duduk gini doang. 

Setelah 45 menit, siap balik lagi deh ke dalam kapal. Si Abby seperti biasa makan pisang (peraturan sehari 1 buah tetap terlaksana dong). Kali ini saya milih duduk di dalam aja deh. Nggak sanggup lagi duduk outdoor. 

Ternyata banyak yang sepemikiran sama saya, jadi ruangan indoornya itu rame pas perjalanan pulang. Saya juga minta dibeliin white chocolate raspberry cookies sama suami di bar. Mayan deh isi perut dikit. Karena perut lagi kosong, rasanya jadi enak banget loh! Hahahaha. 

Karena pas pulang kita sudah nggak lewatin laut lepas lagi, melainkan lewat jalur dalam teluk, malah ternyata tenang banget perjalanannya. Mulai brasa suasana matahari hampir terbenam. 

Dan anak ini tetep seger sampai sore. Pinter banget deh!
Lalu gimana kesan-kesan saya ikut dolphin cruise ini? Kapok nggak? Jelas ngga! Memang sih kalau lihat kondisi saya yang muntah-muntah itu, rasanya males gitu ya, udah bayar mahal-mahal malah muntah. Tapi kondisi alam siapa yang tau sih? Yang jelas kalau buat saya, kalau si Abby senang, rasanya semua yang ngga enak itu langsung nggak terasa sama sekali. Kalau saja hari itu cuaca lebih baik, cruise ini tentunya bakalan jadi super enjoyable. Lumayan bersyukur loh hari itu nggak hujan. Jadi tetap saya rekomendasikan untuk yang mau liburan ke Bay of Islands.

Suasana wharf menjelang senja. Penasaran ngga sih sama restoran yang menjorok di wharfnya situ? Dari kemarin kena difoto terus kan? Besok ya kita coba dan buktikan, enak atau  ngga hihihihi. 

Balik lagi sampai hotel, Abby minum susu dulu, sementara emaknya selonjoran sambil update ke temen-temen kalau barusan abis mabok laut hahahaha.
Malam itu, kita mau coba restaurant yang unik banget! Pas saya pergi ke sana itu kan besoknya pas Anzac Day alias hari pahlawan-nya New Zealand. Saya tuh penasaran banget nyoba restaurant lokal yang dikelola oleh RSA (Returned Service Association), kalau di Indonesia mungkin istilahnya kaum veteran perang. Apalagi katanya restaurant yang dikelola RSA ini termasuk yang enak loh, karena menu-menunya comfort food semua. Kesempatan yang pas banget kan ya untuk ikutan support RSA dengan makan di restaurant mereka. Nama restaurantnya adalah The Legends. Uniknya apa sih?


Ini pose Abby yang atur, mata dikedipin sebelah. Mamanya disuruh follow dia. Hihihi.

Begitu sampai, kita disambut oleh maitre d'  yang tentunya adalah veteran. Nah itu dia si tantenya yang berdiri dekat papan menu itu. Sudah tua banget tapi sigap. Restaurantnya sendiri sederhana sekali, dan banyak orang tua yang makan di sana.

Restaurantnya sendiri ada di lantai atas, di lantai bawahnya ini ada RSA Club, tempat para veteran ngumpul. Ada kursi-kursi biasa buat main poker dan ngobrol-ngobrol. meja billiard, dance floor, TV layar besar untuk nonton bareng, dan tentunya bar dong! Pas kita pergi ke sana sudah agak late, jadi kosong deh. Tapi restonya sih rameee...

Pesanan suami, Chicken Schnitzel

Bisa tau kan ini pesanan siapa? Tentulah pesanan si Abby! Udah begitu banyak menu kids meal ditawarin, tetep maunya Chicken Nugget and Fries. Kasih deh kasihhhh mumpung lagi liburan. 
Nah ini dia istimewanya The Legends. Kalau kita pesan main courses (bukan burger, entree/ appetizer, atau light meal), kita boleh ambil salad dan side dish sendiri! 

Ini pesanan saya, roast of the day (pork), nah itu di sampingnya itu sudah saya isi pakai salad dan sayuran seabrek-abrek! Hahahahaa. Bahagia banget, apalagi ada potato salad yang pake jalapeno. 

Nah ini piring suami begitu sudah diisi side dish, ada salad dan roasted vegetables.


Dan ini ice cream strawberry yang sepaket dengan kids mealnya Abby. Lumayan murah loh, nugget tadi sama eskrim ini totalnya cuma 9 dolar saja. Yang terlucu, pas kita bayar itu, kok yang dihitung cuma pesanan saya sama suami aja. Ternyata eh ternyata, khusus minggu itu yang pas dengan term break, kids mealnya digratisin!! Serius kaga boong! Kaga ada pengumumannya di restonya, tapi kasirnya bilang digratisin khusus school holiday. Hiyaahhh mama senang sekali (biarpun cuma 9 dolar kan tetep duit hahaha). 

Post kemarin ditutup dengan foto anak makan eskrim, hari ini ditutup lagi dengan foto anak makan eskrim hihihi. 
Oh iya, buat Abby besok pagi, kita pesan nasi putih kan sama restonya. Padahal ada menu nasi putih loh di resto ini, tapi ternyata pesan seporsi nasi putih itu malah nunggu lama banget hahaha. Mungkin nggak ada orang lain yang mesen kali ya. Tapi tetap kok dilayani untuk seporsi nasi putih seharga 3 dolar. Begitu akhirnya nasi putihnya datang, boxnya guede banget kayak pas kita bawa leftover nugget kemarin. Pas dibuka, nasinya cuma bulet di ujung hahahah. Jadi makin yakin saya, kalau takeaway box di Paihia ini cuma ada 1 ukuran! It was a fun experience eating at local RSA Club. Pulangnya kita masih sempat main claw machine pula di bawah, walaupun nggak dapat apa-apa.

Nah selesai sudah hari kedua kita di Bay of Islands. Besok agenda kita adalah ke Russell yang berarti,naik kapal lagi dari Paihia. Kira-kira gimana serunya? Apakah cuaca bersahabat atau berangin seperti hari ini? Terus makan apalagi? --> Ini kayaknya bagian favorit saya. Ditunggu yah!

10 comments:

  1. Mba Leony, makasih ya udah ngasih cerita2 seru liburannya, seneng banget bacanya apalagi fotonya duh cakep2 banget viewnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ada 1 ronde lagi nih utang. Semoga bisa dikelarin soon sebelum lahiran.

      Delete
  2. First, toss dulu ah itu ransel Okie*** nya samaan kayak Josh, beda warna aja. Ransel sejuta anak kayaknya deh hauhaha

    Namanya liburan kalo nggak ada "bonus"-nya memang kurang seru yah. Aku mabok laut, dipastikan bakal jackpot berkali-kali rasanya. Cuma tujuan wisatanya emang ciamik sekaliii. Terus itu restoran veterannya menarik yah, Chicken Schnitzel mayan menggoda.

    Ayo ayo ditunggu postingan selanjutnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cici kayaknya salah satu pemakai perdana tuh dari tas Okiedog yang model itu hahaha (soalnya diskonan). Dari awal tahun 2015 loh punyanya hihihi. Lumayan udah ikut bertualang bersama kita kemana-mana.

      Mabok lautnya worth deh. Cici rasa karena pregnant juga ngefek kali ya, jadi dobel telernya. Restonya rame banget loh, dan friendly banget yang kerja di situ. Sip, nih lagi mau pilih2 foto buat hari terakhir.

      Delete
  3. Seru dan nagih kan kalau posting jalan2 banyak foto2nya huahahahaa trus diceritain detail hari per hari dari pagi sampe malem acaranya hihihi pasti kapan2 baca lagi bisa senyam senyum sendiri.

    Kalau gw selama ada nasi hainam, udon, fish n chips, french fries sama ayam2 model Mcd KFC aman dah...bodo amat org ngomong ihhh kok makanannya gak sehat yg penting anak makan hahahaaa.

    Foto petualangannya serasa baca Lima Sekawan yang petualangan di pulau tidak seram, perjalanan terbayar yah sama pemandangan keceeeee...

    Lanjutkan posting jalan2 dengan foto segambreng yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lu doang Fel kayaknya yang nagih hahaha. Gue nulis panjang dan banyak foto gini tujuan utama buat kasih kenang-kenangan ke anak nih. Sejak punya anak kan baru gue nulis panjang kali lebar (plus elu tuh yang dulu bilang suruh foto segala sudut, jadi keterusan dah! Hahahaha).

      Iye kalo liburan mah gue udah kasih kebebasan, yang penting tetep makan buah dan mnm susu, biar BAB lancar. Sabar, lanjutan segera tiba!

      Delete
  4. Le, kamu hamil tapi nggak keliatan kalo lagi hamil. Suwer. Cuma keliatan gemuk aja. Btw, Urapukapuka Island keren ya. Huhuhuhuhu... kapan g ke sana ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, enak apa gak enak tuh keliatan gendut doang? Hahahaha. Kalau dulu sih di Bali sampe disinisin sama tukang baju renang karena gue ambil size XL. Begitu tau gue lagi hamil 6 bulan, baru deh sorry-sorry dianya. Hahahaha.

      Yuk ke sini, kumpulin pundi2 dulu, pas udah penuh, meluncurrrr!

      Delete
  5. itu bukit ijo2 bikin ngiler dehhhh.. pengen piknik dan berlama2 males2an disitu rasanya.. jd mutah2 worth it ya, Le?

    btw, penasaran, emang NZ pernah perang sama siapa sih? haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Worth! Soalnya Abby dan suami seneng banget tuh pas di island-nya. Gue sendiri duduk aja di bawah juga seneng kok, ngeliatin org-org pada bejemur, sambil gue nyemil snack micin hahaha.

      NZ Troops tuh mayan banyak loh ikut perang. WW I aja mereka ikut. Kan dianggap bagian dari tentara perserikatan Inggris, Mel. Jadi Inggris lagi lawan siapa, NZ troops juga dikirim.

      Delete