Thursday, September 21, 2017

Abby Tamasya ke Hamilton, Taupo, Rotorua, Hobbiton - Bagian 1 (Late Post)

Holaaaaa.... Sebenernya ini postingan sudah sangat long overdue. Cuma memang harus ditulis, soalnya saya berasa punya hutang "Abby Tamasya" sebelum judulnya di masa datang berubah jadi "Abby dan Tilly Tamasya". Kejadiannya ya sudah 9 bulan yang lalu saat mertua dan ipar datang main ngunjungin kita ke New Zealand di bulan Desember 2016. Omigod banget gak sih? Hihihihi. Kenapa edisi ini akhirnya belum sempat ketulis? Itu semata-mata karena saat itu saya bener-bener mabok parah lantaran hamil. Boro-boro punya semangat untuk nulis, saat di trip itu saja, muka saya tersenyum, tapi saya nggak gitu bisa menikmati. Kalau saja belum dibook dan dibayar semuanya, mungkin saya memilih untuk nggak ikutan kali. Ngedekem aja dah di rumah hihihi. Post kali ini saya bikin formatnya berbeda ya. Jujur sudah lupa detail day by day-nya saking udah kelamaan. Berhubung tripnya lumayan lama, 4 hari 3 malam, kita ringkas saja jadi 3 bagian: "Nginap Di Mana", "Makan Di Mana" dan, "Ngapain Aja". Cuma karena panjang banget, hari ini kita cukup dua bagian awal dulu ya.

Trip kali ini sudah direncanakan kira-kira dua bulan sebelumnya, soalnya dilaksanakannya pas liburan Natal Tahun Baru 2017 mulai dari tanggal 28 Desember - 31 Desember 2016. Kebayang nggak sih itu New Zealand seluruh tempat wisatanya pasti ramai banget karena juga bertepatan dengan dimulainya musim panas. Kalau nggak booking, bisa beneran nggak dapat tempat. Apalagi rombongan sirkus ini jumlahnya 6 orang (7 sih, tapi satunya masih di perut hehehe). Karena mobil kami dua-duanya itu 5-seater, kali ini kita sewa mobil van Toyota Alphard supaya bisa masuk 6 orang. Di sini nggak boleh ya yang namanya empet-empetan, soalnya melanggar hukum. Rute kita saat itu adalah: Auckland - Hamilton - Taupo (menginap di Taupo) - Rotorua (menginap 2 malam di Rotorua) - Hobbiton - Auckland. Let's go!

Nginap Di Mana

Sails on The Lake, Taupo

Penginapan ini termasuk yang terakhir kita pilih karena tadinya kita nggak berencana ke Taupo. Tapi kata dede ipar nanggung banget, mending tripnya ditambah satu hari ke Taupo. Jadilah kita baru booking tempat ini kira-kira sebulan sebelum hari H itupun karena hotel-hotel lain pada penuh semua. Tapi kita puas nginap di sini karena walaupun kecil dan compact, tapi lokasinya pas banget di seberang danau. Kita juga nggak bisa ngambil 2 bedroom apartment, jadinya kita ambil deluxe one bedroom dengan connecting door. Rate basic per malamnya per kamar saat itu adalah 175 dolar yang diperuntukkan untuk dua orang. Karena masing-masing kamar nambah satu orang, jadi ada tambahan 25 dolar per orang. Jadi totalnya untuk dua kamar adalah 400 dolar, tentu saja tanpa breakfast. Termasuk oke dan reasonable karena saat itu sedang musim liburan.

Bagian depan Sails On The Lake
Semua kamar punya teras atau balkon yang menghadap ke danau

Buka balkon, ketemu pemandangan Lake Taupo

Kitchenette, lumayan buat masak Indomie hihihi. Seperti biasa, kitchenette di motel-motel New Zealand isinya pasti lengkap kap kap. Buka laci, pasti ada isinya. 

Kamar tidur yang lokasinya ada di bagian belakang.

Kamar mandinya, lumayan besar.

Semua perlengkapan mandi dari Koha Spa

Shower box yang airnya kuenceng bener.

Living area, ada meja tulis kecil, meja makan kecil, TV, dan heatpump. Aman deh kalau winter.

Sofa yang bisa diubah jadi sofa bed. Si Abby ended up tidur sama Oo-nya di sofa bed kamar sebelah. Papa Mama bisa honeymoon deh (yeah riteee...)

Aku cantik gaaakkk??

Arista of Rotorua

Arista Rotorua ini langsung jadi pilihan utama saat kita memutuskan untuk menginap. Kenapa? Karena dia ada family unit yang bisa langsung menampung 6 orang! Ihiy! Jadi waktu kita nginap itu, sebenernya maunya ya yang barengan gini rame-rame dibanding pisah-pisah. Makanya begitu nemu unit yang ranjangnya langsung berderet, kita seneng banget dong! Jadi nggak perlu tuh pakai connecting door. Apakah itu keputusan yang tepat? Buat yang lain, yes! Buat saya, no! Ajegile saya dua malam nggak bisa tidur lantaran seluruh keluarga besar suami (termasuk suami) ngoroknya membahana hahahaha. Kalau suami sendiri sih bisa saya tendang-tendang atau colek-colek. Tapi kalau mertua? Bisa-bisa saya dipecat jadi mantu hahahaha. Kendala satu lagi adalah, kamar mandinya cuma satu, jadi harus bergiliran untuk mandi atau buang hajat hehe. Plusnya, ada jacuzzi pribadi di bagian belakang unit.

Untuk keluarga besar, motel ini sangat direkomendasikan. Hotel ini juga jadi pilihan menginap no. 1 di Rotorua saat itu menurut Trip Advisor. Rate yang kami dapatkan juga sangat baik di musim liburan. Per malamnya 305 dolar per malam, jadi total 610 dolar untuk dua malam tanpa breakfast (ya iya lah, memang nggak ada breakfast di motel-motel gini kecuali masak sendiri). Unit kita terdiri dari dua lantai. Lantai pertamanya living area, lantai keduanya isinya tempat tidur berderet-deret.

Bagian depan Arista of Rotorua


Area favorit Abby. Maklum punya rumah kagak ada tangganya, jadi begitu nemu tangga di dalam unit kita, senengnya minta ampun, naik turun non stop.

Kitchenette yang lengkap, lagi-lagi berguna buat bikin Indomie kalau laper hihi. Padahal chance laper di keluarga kita tuh kecil loh. Kalau ngga percaya, liat aja di bawah makan kita kayak apa.

Area ruang tamu yang langsung dijajah sama barang-barang segambreng.


Jacuzzi pribadi di bagian belakang unit.
Kamar mandi yang besar, cukup untuk sekeluarga, sayangnya cuma satu dan kita nggak biasa mandi bareng2 :P

Perlengkapan mandi dari Natural Earth, bedanya di sini hampir semuanya pakai dispenser. 
Berfoto di area favorit (kasian bener ya, orang mah area favorit itu kamar, ini mah tangga).

Pohon natal kecil seadanya di pojokan hahahaha.
Deretan ranjang di lantai dua. Di sisi sini ada satu ranjang king dan satu ranjang single.

Lalu ada satu ranjang single dan satu ranjang queen. Di sebelahnya lagi ada storage room yang sudah pasti nggak dipakai.
Nih bentuk unit-unit-nya. Nah tuh yang di depan mobil Alphard unit kita yang dua lantai.
Playground mini yang bikin anak kecil (dan anak gede) senang.

Nih buktinya, ada anak gede yang senang kan?

Anak kecil pose di jembatan.

Nah, udah kelar ya tempat kita nginap. Sekarang lanjut lagi ke bagian kedua.

Makan Di Mana

Cinnamon

Pemberhentian pertama kita di Hamilton, kita mampir lagi ke kafe langganan kita. Ini kali ketiga kita ke kafe ini, karena setelah dua kali makan, kita masih tetap merasa ini kafe yang enak banget untuk brunch baik makanan maupun suasananya untuk membawa keluarga dan bersantai. Sampai saat ini, tetap kok masih sesuai ekspektasi kita.

Ih, Abby kok di sini beda amat sih? Belum sampai setahun lalu loh, masih bulet unyu-unyu!

Adek ipar nangkring di depan kafe-nya. Asik kan suasananya?

Suasana dalam kafe. Karena sudah hampir lewat jam makan siang, jadi tidak terlalu ramai. Biasanya kalau weekend, wuihhh penuh!

Empat cewek-cewek cantik. Yang paling kecil mulutnya penuh biskuit.

Cappuccino lengkap dengan kuku-kuku cantik (jelas bukan kuku saya, kuku saya mah boro2 ada hiasannya).

Asli saya lupa ini apaan namanya, padahal ini pesanan saya loh! Kacau nggak sih hahaha. Kalau dilihat isinya sih steak with mashed potato and bacon. 

Ham and Cheese Croissant with side salad

Ini namanya Full Grill, isinya  streaky bacon, creamy mushrooms, homemade potato cake, pork, apple & herb sausage, eggs your way, 5 grain toast. Kalau mau menu yang paling nendang, inilah!

Egg Benedict, isinya poached eggs, spinach, hollandaise sauce, traditional english muffin, with streaky bacon

Mushroom and Bacon Risotto. Yang ini punya adek ipar. Kata dia sih endeus banget.
Pauly's Diner

Pauly's ini adalah kedai kecil yang terkenal di Taupo. Menunya simple, cuma beberapa jenis burger plus ayam goreng. Tempatnya kecil mojok, tapi jangan tanya antriannya kayak apa! Beneran nggak berhenti-berhenti. Bahkan nih, kita tuh datang ke situ sekitar pukul 7 malam, dan kita dapat porsi terakhir dari ayam gorengnya. Yang datang setelah kita, maafkan yah, anda nggak dapet ayam hihihi. Mana yang masak cuma dua, ditambah satu kasir yang nyambi jadi tukang beres-beres. Penasaran nggak? Yang jelas burgernya nyam-nyam banget!

Tempatnya beneran cuma mojok di deretan toko-toko dan bukan di tempat keramaian. Tapi kok orang nyari ya kemari ckckcckck. Demi makanan! Yang makan di sini sih nggak gitu banyak, tapi semua meja penuh. Kebanyakan orang-orang takeaway.

Nah tuh kan, menunya simple sesimple-simplenya. Harganya juga simpel banget, nggak rempong.

Kita pesan 3 burger ini untuk suami, papi mertua, dan mami mertua. Dr. Luke with additional bacon. 

Hap!

Hap juga! Bapak sama anak mirip nggak? Hihihihi.

Large fries, soalnya burgernya nggak comes with fries. 

Pauly's Pack alias Southern Fried Chicken with honey butter, chips, coleslaw and gravy. Kata adik ipar, yang aneh cuma gravy-nya, kayak bau kari. Sisanya sih endeus. 

Ini pesanan saya. ODB namanya. Doritos Fried Chicken, blue cheese, hot sauce, jalapeno remoulade, lettuce. NYAM!

Mami mertua bergaya dulu.

Papi mertua juga nggak mau kalah hehehe.

Dixie Browns

Dixie Browns di Taupo ini cukup terkenal untuk brunch. Padahal nih cabangnya ada di Devonport, Auckland, eh tapi kita malah pertama kali makan yang di Taupo hahahaha. Sekalian sih janjian ketemuan sama temen-temen dari Wellington juga. Pagi itu restonya ruameeee bukan main, jadi kita nggak dapat tempat di dalam. Padahal cuaca lagi mayan dingin-dingin semriwing biarpun musim panas. Di sini mah musim panasnya suka boongan. Akhirnya kita milih duduk di luar, dikasih selimut, dan tentunya heaternya nyala. Lokasinya sih nggak ada yang ngalahin, tepat di seberang Lake Taupo. Makan di pinggir jalan tentunya jadi pengalaman seru buat kita sekeluarga.

Makan di pinggir jalan sambil ngelihatin orang lalu lalang. Seru!

Nah tuh, jam 10-an aja rame banget, semua orang pada mau brunch. Anehnya, yang paling ramai ya si Dixie Browns ini. Resto-resto di sebelahnya adem ayem aja. Kalau nyerah, bisa ke Coffee Club di sebelahnya yang lebih sepi. 

Abby reunian dengan Kaeshi. Buat lihat saat Abby dan Kaeshi ketemuan di Wellington, bisa klik di sini ya. 

Suasana di dalam restaurant. Sayangnya nggak dapat duduk di dalam nih, semuanya fully seated.

Breakfast Croissant: Scrambled egg & bacon on freshly baked croissant 

Bacon, Eggs and Toast: Eggs cooked the way you like them with smokey bacon & hot buttered toast, Lupa gimana bisa ada chipsnya di situ, kayaknya itu special of the day hihihi.

Dixie Brown Omelette: omelette filled with bacon, cheese, spring onion & fresh tomato served with hot buttered toast 

Kiwi Farmhouse Breakfast: Fried eggs, kransky sausage, mushrooms, hash browns, smokey bacon and grilled tomato
served with hot buttered toast

Corn Cake Breakfast Stack​: Corn cakes stacked with bacon, avocado, poached egg and finished with hollandaise sauce 

Foto lagi pas makanan udah dateng semua.

Nyam nyam nyam!

Hangi Dinner at Tamaki Maori Village

Makan malam kita saat itu adalah hangi, menu spesial dari suku Maori, suku asli Selandia Baru. Saat itu kita membeli paket kunjungan ke Tamaki Maori Village seharga 125 dolar per orang, yang agendanya termasuk makan malam Hangi Buffet. Waktu kecil dulu, saya pernah makan Hangi Buffet sambil menonton pertujukan suku Maori, kalau nggak salah di hotel Sheraton Rotorua (sekarang hotel ini sudah tidak ada lagi). Tapi menikmati Hangi di perkampungan suku Maori langsung, sensasinya tentu berbeda! Dan rasanya? Nyam banget! Abby aja doyan banget sama mudcakenya. Hangi itu apa sih? Hangi itu adalah cara memasak orang suku Maori, dengan cara steaming menggunakan batu panas di dalam tanah. Jadinya rasa dan wanginya itu khas sekali. Biasanya Hangi ini diadakan untuk acara-acara spesial suku Maori.

Seluruh pengunjung dikumpulkan dulu untuk melihat proses pemasakan makanan kita di dalam tanah.

Wuihhh rame banget! Kalau tertarik ke Tamaki Maori Village ini, beneran kudu booking jauh-jauh hari ya. Tempatnya limited banget dan ada jam-jamnya. Kita yang booking jauh-jauh hari aja dapatnya yang slot paling malam. Jadi pas dinner itu sudah lapernya luar biasa.

Sacknya siap dibuka dari dalam tanah, dan terlihat asap mengepul

Dan makanan kita dikeluarkan satu demi satu.

Yang nampak di sini adalah berpuluh-puluh ekor ayam, juga kentang dan kumara (ubi manis).

Ini loh pit-nya yang berisi batu panas. 

Penampakan dari dekat puluhan ekor ayam. Nah yang dihidangkan sih jauh lebih banyak dari ini ya. 

Menu disiapkan dengan cara buffet, dan kita diatur untuk ambil bergiliran meja demi meja. Rapi banget deh, dan nggak bakalan takut kehabisan.

Serbuuuuu!!
Ada mussel, ayam, domba, kentang, salad, roti, dan semuanya enak2 bener!

Ini kayaknya piring saya loh. Banyak banget kan? Saya ambil dagingnya ayam dan ikan, lalu saya kasih cranberry sauce. Sedap!

Abby napsu banget makan Black Steamed Pudding. Saking napsunya sampe makan dua potong.

Beginilah suasana makan malam kita di perkampungan.

Kita juga dihibur oleh para staff, dan bapak-bapak yang sudah terpilih jadi "chief". Nanti saya ceritakan lebih lanjut soal Tamaki Maori Village ini, soalnya sangat berkesan, lebih berkesan dibandingkan dengan kunjungan saya pas kecil ke Whakarewarewa Maori Village.

Stratosfare at Skyline Rotorua

Ini kali kedua kita kembali ke restaurant ini. Dimana lagi bisa makan enak dengan pemandangan kota Rotorua dari atas kalau bukan di Stratosfare? Jadilah kalau kita bawa keluarga, sudah pasti akan mampir kemari. Kayaknya sih, bakalan mampir lagi nih dengan mama dan adik saya hihihi. Nggak bosen, Non? Nggak juga tuh, soalnya menunya buffet, jadinya pilihannya lumayan banyak walaupun nggak bisa dibandingkan dengan banyaknya pilihan menu buffet di hotel di Jakarta. Dengan harga 55 dolar per orang termasuk tiket gondola ke atas (per Desember 2016), pilihan makan siang di Stratosfare ini tepat banget, karena selain dapat pemandangan indah, setelah itu kita bisa beraktifitas lain seperti main luge (harga terpisah) yang jadi kesukaan kita sekeluarga.

Pemandangan kota dan Lake Rotorua dari meja kita. Cantik kan? 

Dua kali kemari, kedua-duanya nggak pernah ada kata sepi. Jadi, booking is truly recommended daripada nggak dapat kursi.

Kayaknya punya suami. Ada udang rebus, mussel,pork steak, lamb, sama beef dari carving station.

Sebagai emak-emak hamil muda yang lagi mabok dan eneg, nih makanan saya pas di sana (tapi pencitraan, ini baru ronde satunya hahahaha)

Fettuccine bolognese, pakai dinner rolls, dan kayaknya itu saus kari Jepang. Namanya buffet, campur adukin aja semua!

Ini entah piringnya siapa, yang jelas bentukannya mayan teratur rapi hihihi. Ada Fetuccine pakai cream sauce, beef, kumara, dan sayuran.

Crepes pakai saus strawberry, passionfruit, dan raspberry sorbet

Crepes pakai saus coklat, vanilla ice cream, chocolate pudding, dan buah.

Anak ini menikmati banget makan passionfruit ice cream.

Toss eskrim sama opa!

Dessert khas New Zealand. Pavlova and fruits!

Pose dulu setelah kenyang. 

Cold Appetizer yang kebanyakan isinya seafood. Nyam (kebayang mussel yang pakai saus pedas...slurp)

Pasta station, Asian station (kalau nggak salah ada Thai curry dan Japanese curry)

Dessert station termasuk ice cream dan sorbet

Crepes station

Meat station termasuk carving station and steak.
Pig And Whistle

Lokasi Pig and Whistle ini dulunya adalah kantor polisi Rotorua yang berlokasi di tengah kota. Sekarang restaurant ini disebutnya historic pub karena gedungnya adalah historic building dari tahun 1940-an. Makanannya ciri khas pub grub yaitu porsi besar dan rasa memuaskan. Sampai ada semboyannya no one leaves hungry karena porsinya besar banget! (walaupun harganya juga mayan besar, yah standar restaurant di New Zealand lah hehe). Beneran aja, itu porsi gede-gede banget, sampai ngehabisinnya sengsara. Kecuali saya ya, yang mendadak cocok banget sama menu pasta dia yang menurut saya rasanya itu hmmmm.... enak banget!


Bagian depan Pig and Whistle. Cantik kan gedungnya serasa balik ke masa lalu.

Bagian dalamnya, di dalam bar masih terasa suasana Natalan.
Kita duduk di backyardnya yang sudah disulap jadi big terrace dan ada live music. Keren loh penyanyinya, suaranya juga enak.

Crumbed Chicken Tenders with Pigtail Fries. Ini kids meal loh! Porsinya segini. Alamak!

Gemesssshhhh banget sama si Abby yang lehernya berlipet, sekarang kemana itu leher? Hiks.

Cajun Spiced Chicken Linguine: Chicken, Mushrooms, Capsicum, Sun-Dried Tomato & Linguine Bound in a Cajun & Parmesan Cream Sauce. Topped with Parmesan, Parsley & Cashew Nuts.

Fish and Chips: Beer Battered or Pan- Fried Fish of the Day served with Pigtail Fries, Salad & Tartare Sauce. Ini tuh size setengah porsi alias satu ikan. Bayangin kalau full portion alias dua ikan, jadi segede apa itu ckckckck.

Thai Prawn and Calamari Salad: Lemon Pepper Seasoned Squid Rings & Prawns served on Asian Salad of Carrots, Mung Beans, Pea Shoots & Cucumber with a Coriander, Mint, Hoi Sin & Sesame Dressing. Topped with Sweet Chilli, Aioli & Fresh Lemon

Pork Belly served with Chips, Salad, and BBQ Sauce 

Open Steak Sandwich: Seared 180g Sirloin Steak on Toasted Herb, Onion & Cheese Kaiser Roll with Aioli, Onion Jam, Lettuce, Tomato Relish, Cheddar Cheese & a Fried Egg

Setelah makan, saking kenyangnya, kita jalan kaki dulu keliling kota. Tepat di depan gedung Pig and Whistle, ada telepon umum klasik ini. Masih nyala loh!

Papi mertua pose dulu sebelum jalan keliling kota.
Worksman Cafe

Kafe ini adalah tempat makan "resmi" kita terakhir sebelum trip ini selesai. Mestinya sih kita masih ada satu kali lagi ya makan malam. Tapi apadaya di Hobbiton mami mertua jatuh sehingga setelah dari Hobbiton, kita langsung tancap balik ke Auckland untuk masuk A&E (Accident and Emergency). Worksman Cafe ini lokasinya di Matamata, kota yang mendadak jadi ngetop sejak dibangunnya Hobbiton. Lokasinya sendiri kira-kira masih 20 menit dari Hobbiton. Di sini kita nggak pesan banyak, soalnya pagi-paginya di hotel itu mertua dan ipar pada heboh makan roti sama spam, plus Indomie goreng. Tapi biar gimana harus isi perut extra supaya bisa punya tenaga lebih untung mengarungi dataran Hobbiton. Ternyata, rasanya enak banget loh! Makanannya homey banget karena kafe ini dijalankan oleh sekeluarga kecil.

Kafenya imut, sebelahnya bar, sebelahnya meja makan.

Suasana di dalam kafenya, banyak barang-barang antik. 

Karena mejanya kecil, kita duduknya jadi misah-misah deh.

Beer is the question! Yes is the answer.

Serasa yang punya bar, padahal cuma gaya doang.


Nah, ini anaknya yang punya resto. Papa mama-nya yang berjibaku dan masak di belakang. Menu kue-kuenya juga yummy banget!

Weits, ada radio transistor jadul, masih komplit sama boxnya!

Berbagai radio transistor antik, dan postcard dari berbagai negara. 

Kita pesan dua porsi ini. Pancake with bacon and grilled banana. Yummy! Pancakenya fluffy banget, dan ternyata banana di grill sama kulitnya tuh endeus yak! (tentu aja kulitnya dibuang pas dimakan).

Banger and Mash. Dua sosis babi gede banget, dengan mashed potato dan gravy. Sedaaappp!!

Anak ini menikmati Afghan Cookie. Kayaknya sih sedap banget, langsung ludes!

Sengaja pasang foto si Abby banyakan, soalnya kok gemes bangetttt!! Serius lucu bener ini anak, gigi pada coklat semua.

Ketawa pula dengan gigi item-item. 

Pasangan berbahagia, serasa bartender dan pelanggan.
Haduh, habis posting kok bawaannya jadi lapar beginiiiiihhh... (plus pingin jalan-jalan lagi). Terus kita ngapain aja selama trip itu? Berhubung yang ini sudah panjang banget, dilanjutin lagi di bagian selanjutnya ya. Silakan sabar menunggu!

16 comments:

  1. liburan yang menyenangkan ya... rame2 bareng keluarga... dan makan2 enak! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau liburan memang lupakan diet, Man. Kalau ngga mah ga enjoy.

      Delete
  2. Orang Indonesia kalau nginep di penginapan yang ada dapur tetep buat masak Indomie yaa hahaha *wajib hukumnya*

    Btw, asik juga ya mertua bisa diajak makan begini-beginian. Kalo mertuaku udah angkat tangan deh sama masakan western gini, kudu nyari Chinese food atau ya si makmer pasti lebih pengen masak di penginapan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, padahal cuma sekali doang masak Indomie-nya, tapi dibahas terus yak hihihi. Mertua yang cowok sih gampang, yang cewek picky. Tapi selama ada bacon, aman!

      Delete
  3. Ralat, yg pas di sails si abby akhirnya bobo sama kamu kan non.. Tadinya mau bobo sama aku, tp trus pas malem malah maunya tetep sama mamanya.

    Ahh kangen bgt sama makanan sana.. Risottonya tiada dua ��. Sama black puddingnya ternyata sungguh enak! Hangat manis-manis gimana gitu..

    Jadi inget si abby di arista hobinya turun tangga tp pake pantat. Setiap anak tangga dia bilang "wow" terus ketawa hahaha. Emeshhh, tembemnya kemana sih by?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius udah lupa! Hahahaha. Abby sekarang udah ilang tembemnya, udah brasa kayak anak gede banget. Apalagi sejak jadi cici.

      Delete
  4. Nangis di kereta karena tingkat kelaparan jadi 3x lipat 😂
    Asli itu makanan semua kelihatan enak2 banget..aku sampe bolak balik scroll karena bagus banget dipandang mata, kali aja jadi kenyang abis scroll bolak balik..
    Iya ya,Abby masih gembil..lucuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sambil makan krupuk Pit scrollnya, terus ngebayangin kalo krupuk = bacon.

      Delete
  5. gua juga kalo nginep di tempat mertua, rumahnya kan ga terlalu gede, jadi suara ngoroknya kedengeran kemana2 hahahaha... mana suara ngoroknya lebih gede dari laki gua, jadi ga bisa tidur deh hahahaha...

    abby disini keliatan banget mukanya masih bulet... bikin gemes deh hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kebayang deh ngorokan membahana, gue bisa stress lama-lama. Waktu itu sampe beli earplug akhirnya, tapi nggak mempan juga.

      Delete
  6. asik bgt nih abby jalan rame rame, aduh itu ice creamnya enak bgt kayaknya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Es krimnya memang enak, soalnya dairy di sini top banget. Eskrim yang murah aja rasanya masih nyam2.

      Delete
  7. Salah banget baca ini menjelang jam makan siang. Jadi pengen semuanyaaaa hahaha. Crepes iya, steak iya, burger iya.... Hahaaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan-pelan dijabaninin satu-satu, Liv, biar puas.

      Delete
  8. gawat nih sekarang abby tamasyanya di NZ terus, tante jadi kepingin juga kann byy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya kalau tamasyanya ke Bali sekarang jadi mahal tante!

      Delete